Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Seorang mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana berhasil menyelesaikan studi sarjananya dengan penelitian yang mengangkat tema pendidikan nonformal dan motivasi belajar masyarakat.
Mahasiswa tersebut adalah Orni Maria Atti
dengan NIM 1901170007 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP) pada Program Studi Pendidikan Luar Sekolah. Ia mengikuti ujian
skripsi pada 12 Februari 2026 dan dinyatakan lulus.
Penelitian yang dilakukan berjudul “Motivasi Warga
Belajar dalam Mengikuti Pendidikan Kesetaraan Paket B di PKBM Obor Timor
Ministry.” Penelitian ini menyoroti pentingnya motivasi belajar bagi
masyarakat yang mengikuti pendidikan kesetaraan sebagai kesempatan kedua untuk
memperoleh pendidikan.
Fokus Penelitian Pendidikan
Kesetaraan
Penelitian ini dilaksanakan di PKBM Obor Timor
Ministry, sebuah lembaga pendidikan nonformal yang menyediakan layanan
pendidikan kesetaraan bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan
formal.
Program Pendidikan Kesetaraan Paket B merupakan
program yang setara dengan pendidikan tingkat SMP. Program ini memberikan
kesempatan kepada masyarakat dari berbagai latar belakang untuk kembali
melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah yang diakui secara resmi.
Dalam penelitiannya, Orni Maria Atti berupaya memahami
faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi warga belajar untuk mengikuti proses
pembelajaran di PKBM.
Selama proses penyusunan skripsi, Orni Maria Atti mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing yang berpengalaman, yaitu Bpk Gallex Simbolon, S.Pd., M.Pd sebagai Pembimbing dan Ibu Stofiani Susana Lima, S.Pd., M.Pd sebagai Pembimbing II
Bimbingan akademik tersebut membantu peneliti dalam
menyusun penelitian secara sistematis dan menghasilkan kajian yang bermanfaat
bagi pengembangan pendidikan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan memperoleh pemahaman mendalam mengenai motivasi warga belajar.
Subjek penelitian terdiri dari:
- Pengelola
PKBM
- Tutor
atau pengajar
- Warga
belajar Paket B
Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik,
yaitu:
- Wawancara dengan pengelola, tutor, dan
warga belajar
- Observasi terhadap proses pembelajaran
- Studi
dokumentasi
terhadap data yang relevan
Sementara itu, analisis data dilakukan melalui
beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi
sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi warga belajar dalam mengikuti pendidikan kesetaraan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor Internal
Faktor internal berasal dari dalam diri warga belajar
sendiri, antara lain:
1. Kesehatan
Sebagian besar warga belajar berada dalam kondisi kesehatan yang baik sehingga
dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lancar, meskipun beberapa mengalami
gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar.
2. Intelegensi dan Bakat
Kemampuan intelektual serta bakat yang dimiliki warga belajar membantu mereka
memahami materi pembelajaran dan meningkatkan keterampilan.
3. Minat dan Motivasi Belajar
Minat belajar yang tinggi cenderung menghasilkan prestasi yang lebih baik.
Sebaliknya, minat belajar yang rendah dapat mempengaruhi hasil belajar.
4. Cara Belajar
Setiap warga belajar memiliki cara belajar yang berbeda. Oleh karena itu, tutor
perlu memahami metode belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Faktor Eksternal
Selain faktor internal, terdapat pula faktor eksternal
yang mempengaruhi motivasi belajar warga belajar.
1. Dukungan Keluarga
Keluarga berperan penting dalam memberikan dorongan dan semangat kepada warga
belajar untuk tetap mengikuti pendidikan.
2. Lingkungan Pendidikan
Program pendidikan nonformal memungkinkan masyarakat dari berbagai usia untuk
kembali belajar dan memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal.
3. Dukungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat yang positif dapat meningkatkan semangat warga belajar
dalam mengikuti proses pendidikan.
4. Lingkungan Sosial yang Harmonis
Lingkungan yang mendukung memberikan rasa nyaman bagi warga belajar untuk terus
berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.
Pentingnya Kerja Sama dalam
Pendidikan Nonformal
Berdasarkan hasil penelitian, keberhasilan warga
belajar dalam mengikuti pendidikan kesetaraan tidak hanya bergantung pada
individu, tetapi juga pada dukungan dari berbagai pihak.
Kerja sama antara pengelola PKBM, tutor, keluarga,
dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun motivasi belajar yang
berkelanjutan.
Dengan adanya dukungan tersebut, warga belajar dapat
lebih percaya diri dan semangat dalam menyelesaikan pendidikan mereka.
Penelitian yang dilakukan oleh Orni Maria Atti memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan nonformal, khususnya dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar masyarakat.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi
referensi bagi lembaga pendidikan masyarakat seperti PKBM untuk meningkatkan
kualitas layanan pendidikan dan memperkuat dukungan terhadap warga belajar.
Melalui pendidikan kesetaraan, masyarakat yang
sebelumnya tidak memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan formal tetap
dapat meraih masa depan yang lebih baik melalui proses belajar sepanjang hayat.
Kata Kunci: motivasi belajar, pendidikan kesetaraan, Paket B,
pendidikan nonformal, warga belajar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar